Rembang, 3 Juli 2025 — Sebagai bagian dari program penguatan kompetensi berbasis industri, tim dosen dan mahasiswa dari Center of Excellence (CoE) Otomasi Industri dan IoT, Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan kunjungan lapangan ke CV GM Mandiri Dwi Sulistyo Winarti, salah satu industri pengolahan garam yang berlokasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kunjungan ini merupakan salah satu dari tiga destinasi industri yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan lapangan CoE Otomasi Industri dan IoT. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata mengenai dunia kerja, khususnya dalam bidang produksi berbasis sumber daya lokal dan penerapan teknologi otomasi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang tahapan proses produksi garam, mulai dari pemanenan air laut, pemrosesan melalui kolam kristalisasi, penyaringan, hingga pengemasan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri. Mereka juga mempelajari bagaimana aspek otomasi mulai diterapkan, baik secara konvensional maupun melalui sistem kontrol sederhana, dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.

Ketua tim dosen, Dr. Amrul Faruq, menyampaikan bahwa CV GM Mandiri merupakan contoh industri menengah yang dapat menjadi wadah pembelajaran penting bagi mahasiswa teknik.

“Mahasiswa kita perlu belajar langsung dari industri yang nyata. CV GM Mandiri adalah representasi penting bagaimana industri lokal Indonesia bertahan dan berkembang dengan sumber daya terbatas, namun tetap mencoba mengadopsi teknologi secara bertahap,” ujarnya.

Dengan didampingi oleh empat dosen lainnya dan diikuti oleh 20 mahasiswa peserta CoE, rombongan diajak berkeliling area produksi dan mendapat penjelasan langsung dari pengelola perusahaan. CV GM Mandiri memanfaatkan teknologi pompa dan sistem distribusi air otomatis dalam proses awal produksi, serta mengintegrasikan sistem kontrol manual pada tahap pengemasan. Mahasiswa juga diberikan contoh kasus mengenai gangguan produksi akibat kegagalan sistem distribusi, sehingga mereka memahami pentingnya pemeliharaan sistem dan penerapan otomasi.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak manajemen perusahaan. Meskipun tumbuh secara mandiri di tengah persaingan pasar garam nasional, CV GM Mandiri tetap terbuka terhadap kunjungan akademik dan pertukaran gagasan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan sangat penting. Mahasiswa seperti kalian bisa membawa perspektif baru yang lebih segar dan mungkin membantu kami dalam mengembangkan proses produksi yang lebih efisien,” ujar perwakilan perusahaan.

Salah satu mahasiswa peserta kunjungan menyampaikan bahwa pengalaman ini membuka pandangannya terhadap pentingnya teknologi bahkan di sektor-sektor yang sering kali terabaikan.

“Kita sering mengaitkan otomasi dengan industri besar seperti otomotif atau manufaktur. Tapi ternyata, industri garam seperti ini justru sangat membutuhkan dukungan teknologi agar bisa naik kelas,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga menjadi ruang refleksi bahwa industri lokal seperti CV GM Mandiri memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh apabila didukung oleh penerapan teknologi yang tepat, serta keterlibatan tenaga kerja muda yang memiliki kompetensi teknik dan semangat inovasi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Elektro UMM menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap terjun langsung dan berkontribusi nyata dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal.