Kabupaten Malang, 17 September 2024 – Energi baru terbarukan (EBT) terus menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon. Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia menargetkan 23% bauran energi nasional berasal dari sumber energi terbarukan pada tahun 2025. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu teknologi utama di sektor EBT diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target tersebut.
Namun, upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi ini tidak akan berhasil tanpa dukungan pendidikan yang memadai. Penguasaan teknologi EBT, seperti PLTS, sangat dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan vokasi dan teknik di berbagai jenjang sekolah menjadi elemen penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan kompeten di bidang energi hijau.
Menjawab tantangan ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Studi Teknik Elektro, melakukan pengabdian masyarakat dengan memperkenalkan modul pembelajaran berbasis energi baru terbarukan, khususnya PLTS, di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung pada 17 September 2024 dan dipimpin oleh Amrul Faruq, Ph.D., serta Ilham Pakaya, M.Tr., T., dengan dukungan dari mahasiswa Teknik Elektro UMM.
Kegiatan pengabdian ini diterima langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, S.T., M.Pd., di Aula SMK. Dalam sambutannya, Munali menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Tim Dosen Pengabdi Teknik Elektro UMM atas kontribusi mereka dalam pengembangan kurikulum berbasis teknologi hijau. Munali berharap dengan adanya modul pembelajaran PLTS ini, para siswa tidak hanya memahami konsep dasar energi terbarukan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam dunia kerja. “Kami berharap anak-anak SMK Mutu bisa menguasai teknologi PLTS ini dan menjadikannya bekal yang sangat berharga dalam karier mereka di masa depan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa UMM memberikan pelatihan intensif kepada para siswa dan guru terkait dasar-dasar teknologi PLTS, mulai dari prinsip kerja hingga aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Modul pembelajaran yang disusun oleh tim pengabdian ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di SMK untuk mendukung pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri energi terbarukan.
Amrul Faruq, Ph.D., selaku ketua tim pengabdian, menekankan pentingnya pengenalan teknologi PLTS sejak dini di tingkat sekolah. “Kami ingin siswa-siswi SMK tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang diperlukan untuk berkontribusi dalam pembangunan energi hijau di Indonesia,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa program pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen UMM untuk mendukung target nasional dalam pengembangan energi baru terbarukan melalui penguatan pendidikan vokasi.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dapat menjadi salah satu sekolah yang siap mencetak lulusan berkompetensi tinggi di bidang energi terbarukan, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi hijau. Para siswa kini memiliki kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam teknologi PLTS, yang di masa depan diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi utama di Indonesia.


